11/24/2009

Ismail Marzuki


Ismail Marzuki adalah komponis besar kebanggaan Indonesia jang mewarnai sedjarah kemerdekaan bangsa ini dengan lagoe-lagoenya jang patriotik. Ia dilahirkan pada 1914 di Kampoeng Kwitang, Djakarta. Ayahnja adalah seorang pemilik bengkel mobil jang sukses. Namun Ismail memilih jalan hidoep jang djauh berbeda. Djauh dari mesin dan oli, Ismail dianugerahi dengan keahlian memainkan sedjumlah alat musik plus suara jang merdu. Tidak salah kalau ia lebih tertarik pada musik. Talentanja memang adjaib. Pada oesia 17 tahoen, pada saat remadja lain sedang mentjari identitasnya, ia telah memboektikan kemampuannja dengan mengarang lagoe sendiri.
Dengan segala bakat itu, Ismail pun memberanikan diri oentoek bergaboeng dengan orkes “Lief Java”. Saat pendoeduk Jepang, orkes ini beroebah nama mendjadi “Kirei na Jawa”.
Ternyata tidak salah kepoetoesan Ismail, orkes papan atas ini telah membawa kegemilangan untuknja. Selain di Djawa, ia sering naik pentas di Malaysia.
Demam kemerdekaan juga mempengaroehi Ismail. Masa-masa penuh heroik dan patriotisme itoe menginspirasi Ismail oentoek mentjiptakan lagoe-lagoe bertema perdjuangan, seperti Halo-halo Bandung,
Kopral Jono, Gugur Bunga, Indonesia Tanah Pusaka, dan Sepasang Mata Bola. Lagoe-lagoe legendaris jang abadi sampai sekarang teroes dilantoenkan oleh segenap rakyat negeri ini oentoek mengenang perdjuangan melepaskan diri dari pendjadjahan melepaskan diri dari pendjadjahan.
Mungkin memang soeratan, jodoh Ismail poen berasal dari kalangan
pemoesik. Di tahoen 1941, ia menikahi Euis Zuraidah, pemimpin seboeah orkes keroncong “Hae An”.
Totalitas Ismail dalam bermoesik, dan patriotismenya tidak diragukan. Tidak salah kalaoe poesat kesenian dan keboedayaan terbesar di Indonesia dinamai Taman Ismail Marzuki (TIM).
Musisi serba bisa sekaligoes komponis andal besar ini sampai meninggal dunia di tahun 1958, telah mentjiptakan tidak kurang dari 200 joedoel lagoe dalam beragam irama.
Soember : 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar